Jumat, 28 Oktober 2016

A Better Tomorrow (1986)





"Once a bad guy, you will never be a good guy again."

Beban Ho (Ti Lung) dan rasa tidak nyaman atas pekerjaannya sebagai bos Triad dan seseorang dibalik bisnis kejahatan, membawa Ho suatu ketika dalam persimpangan pikiran : apa ia harus berhenti atau tetap melanjutkan pekerjaannya. Sang sahabat sekaligus partner-in-crime, Mark (Chow Yun Fat) bersikeras membujuknya terus berada didunia hitam ini, sementara disisi lain batin Ho terusik oleh bujukan sang ayah yang sakit-sakitan dan sang adik yang mempunyai niatan menjadi polisi, Kit (Leslie Cheung). Pada satu titik, terjadilah sebuah tragedi yang membawa perubahan bagi hidup Ho sekaligus membuatnya tahu jelas, susahnya mencari jalan keluar didunia triad.

Film aksi kriminal bertema triad/mafia memang salah satu yang telah bicara banyak di perfilman Hongkong. Selain daya tarik, Hongkong juga berhasil menjelaskan bagaimana identitas film-film action mereka. Salah satu yang membantu membentuk identitas itu adalah John Woo. Sutradara yang satu ini memang bukan cuma dikenal di asia namun juga nama yang sudah tidak asing di Hollywood, diantaranya Face/Off dan salah satu sekuel Mission Impossible adalah misi dibawah tangannya. A Better Tomorrow datang sebagai film John Woo sebelum ia diborong ke Hollywood, dibintangi oleh bintang-bintang kelas kakap yang dikemudian hari juga namanya juga akan mendunia.

A Better Tomorrow-----seperti film aksi-kriminal dengan tema mafia/triad memang sudah memegang citarasa khas sineas Hongkong umumnya. Terutama yang tahu bagaimana style seorang John Woo pasti bakal tahu aksi heroik macam apa yang dia ciptakan. Gaya sinematografi yang slow motion, kobaran api dan cipratan darah yang di-shot sepenuh hati untuk menambah nilai estetis, semuanya ada disepanjang film berlangsung. Bersyukurlah John Woo menambahkan "hati" untuk film ini. Ia tak mau absen pada perasaan penonton dan menjadikan A Better Tomorrow cuma tontonan aksi selintasan. Maka isi cerita menjadi komponen yang juga utama, tidak hanya menyentuh dan memancing simpati penonton namun membuat penonton campur aduk pada konflik yang dihidangkan sepanjang film.

Sebenarnya, untuk masalah porsi dan dominanisasi peran, gue pribadi merasa hampir ketiga aktor utama--- Ti Lung, Leslie Cheung, Chow Yun Fat---memegang bagian vital yang sama dan tak saling menandingi. Bahkan selain tiga aktor diatas, Waise Lee yang memerankan tokoh antagonis juga cukup punya bagian efektif sepanjang film. Well, alasan kenapa nama A Better Tomorrow lebih menonjol dengan sosok Chow Yun Fat, mungkin karena ia kebagian adegan aksi heroik yang lebih ketimbang yang lainnya. Aksi heroiknya ya yang style-nya John Woo sekali. Sisi liar nan elegannya berhasil ditampilkan lewat adegan yang didominasi oleh Chow Yun Fat. Ditambah lagi, peran yang dibawakan Chow Yun Fat paling eksentrik dan terlihat yang paling mewakili sosok "badass" diantara yang lain. Sementara sisi emosional lebih banyak jatahnya Leslie Cheung dan Ti Lung yang saling berkonflik sebagai saudara.


Sepertinya John Woo memang tidak ingin menjual keseruan semata tanpa adanya drama berbumbu melankolis sehingga hasilnya, A Better Tomorrow malah bukan hanya film yang menjual adegan tembak-tembakan semata namun juga sukses menyentuh sisi personal penonton. Semakin menuju klimaks film ini menyelesaikan semua bagiannya dengan baik : sarat emosi namun dapat bekerjasama dengan keseruan aksi.

Dunia triad memang kejam, penuh pengkhianatan, penuh tragedi, ironis, air mata, dan akhirnya berujung kematian. Kalaupun tidak, maka harus ada yang berkorban. Mungkin begitulah yang ingin diutarakan John Woo di film ini.


Judul Film  : A Better Tomorrow
Sutradara   : John Woo
Produser    : Tsui Hark
Film Workshop
Pemeran    : Chow Yun-Fat, Ti Lung, Leslie Cheung
Tanggal Rilis Di Hong Kong 2 Agustus 1986
Musik Joseph Koo
Distributor Cinema City Co. Ltd.,Anchor Bay Entertainment
Durasi 95 menit
Negara Hongkong
Bahasa Kantonis


Film ini tersedia dalam Kualitas "BlueRay" dalam format MKV dan dilengkapi subtitle "Indonesia" dengan ukuran 820,130 Kb.

Yang berminat bisa hubungi via SMS ke 0813.1022.7463

Film lain bisa dilihat di disini  

Jumat, 21 Oktober 2016

Leon the Profesional (1994)



 
Leon the Profesional (1994) Cinta selalu saja membawa teka-teki, melanda siapa saja, tak kenal usia dan jenis kelamin. Cinta juga sulit ditebak, tidak mengenal orang baik dan buruk. Cinta selalu menyelimuti manusia siapa pun dan apapun dirinya. Dia pembunuh sadis sekalipun tidak luput dari rasa cinta dan berhak mendapatkan cinta. Itulah sekelumit cerita tentang cinta yang berusaha diangkat Luc Besson, sutradara film kelahiran Prancis kedalam epik drama action dalam film Leon : The Profesional. Film yang rilis resmi 1994 ini memang tergolong film lama. Namun bagi saya tidak ada kata terlambat untuk menceritakan sebuah film. Ini adalah kisah yang menarik dan berkarakter kuat. ***

Leon (Jean Reno) adalah pembunuh bayaran yang tak pernah gagal dalam setiap misinya. Semua misi yang ia dapatkan dari Tony (Danny Aiello) selalu ia laksanakan sendiri dengan halus dan tanpa jejak. Walau terkenal sebagai pembunuh bayaran Leon tidaklah memiliki kehidupan yang supermewah dan bergelimpangan harta hasil kerjanya. Semua uang hasil membunuhnya ia titipkan ke Tony. Seperti dalam film-film Jean Reno lainnya, semisal di film The Da Vinci Code dan Mission Imposible, ada karakter yang susah ditebak dari dirinya. Dalam film ini pula, kita akan menemukan sosok pembunuh bayaran yang sadis dalam membunuh namun doyan minum susu. Dia juga sangat menentang dan tidak sepaham dengan pembunuh yang mengorbankan anak kecil dan perempuan. Kisah cinta Leon bermula ketika Mathilda (Natalie Portman) gadis berusia 12 tahun yang sering dikasari oleh ayahnya menjadi yatim piatu. Seluruh keluarga Mathilda dibantai oleh bandar narkoba yang berkedok polisi. Hidup sebatang kara, Mathilda meminta kepada Leon untuk menjaganya dan mengajarinya menjadi pembunuh untuk membalas dendam akan kematian keluarganya. Walau awalnya menolak dan Leon menutup hati bagi siapa saja yang ingin bersamanya. Belajar dari trauma sebelum ia jadi pembunuh, lambat laun hati kecil Leon terketuk dan membiarkan gadis belia tersebut bersamanya. Pindah dan pindah apartemen pun ia lakoni untuk menutupi kedoknya sebagai pembunuh. Leon pun membuka diri dan mengajari Mathilda cara membunuh dengan catatan ia diajari membaca dan menulis. Karena menjalani hidup bersama, Mathilda merasa Leon adalah sosok yang berhak dicintai. Ia pun rela memberikan cinta pertamanya kepada Leon yang terpaut usia sangat jauh. Bukan hanya itu, Mathilda bahkan ingin memberikan kesan sexsualitas pertamanya kepada Leon. Apa yang diinginkan Leon akan ia lakukan hanya untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang seorang Leon. Walau dalam hati Leon juga merasa cinta dengan Mathilda namun tak pernah ia ungkapkan. Perbedaan usia yang sangat jauh menjadi alasan. Leon yang tertutup dan dingin hanya mampu memberikan kesan cintanya dalam bentuk lain. Hingga pada akhinya, ia utarakan juga cintanya pada Mathilda. Tapi naas, ungkapan itu, menjadi ucapan terakhir seorang pembunuh yang sayang tanaman. Leon mati ditangan polisi. ***


Film yang menampilkan Natalie Portman muda ini, mendapat sambutan cukup besar para pencinta film dunia. Ratingnya di The Internet Movie Database (IMDb) yang dijadikan rujukan film-film terbaik dunia pun cukup gemilang dengan rating 8,6. Satu film yang cukup mengesankan dan menjadi referensi bagi pencinta film berkualitas. Tidak salah, jika film ini menyabet banyak penghargaan pada zamannya. Bagi yang belum mengenal Natalie Portman, mungkin anda akan teringat dengan film Black Swan. Film yang juga cukup fenomenal itu diperankan olehnya sebagai seorang ballerina. Dia juga bermain dalam film Thor. Leon adalah film pertamanya, aktingnya yang nakal dengan usia belai menjadikan tawaran dan tawaran film terus berdatangan hingga akhirnya sederat penghargaan pun berhasil ia museumkan. Terkadang film-film lama itu menyimpan cerita dalam, dan itulah yang saya dapatkan dari Leon



Film ini tersedia dalam Kualitas "BlueRay" dalam format MKV dan dilengkapi subtitle "Indonesia" dengan ukuran 421.485 Kb.

Yang berminat bisa hubungi via SMS ke 0813.1022.7463

Film lain bisa dilihat di disini  

Rabu, 19 Oktober 2016

The Interview 2014




Dalam aksi-komedi The Interview, Dave Skylark (James Franco) dan produser Aaron Rapoport (Seth Rogen) menjalankan populer selebriti tabloid acara TV "Skylark Tonight." Ketika mereka menemukan bahwa diktator Korea Utara Kim Jong-un adalah penggemar acara mereka, mereka mendapat sebuah wawancara dengan Kim Jong-Un dalam upaya untuk melegitimasi diri mereka sebagai wartawan. Dave dan Aaron mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan ke Pyongyang, rencana mereka berubah ketika CIA merekrut mereka, mereka mendapat tugas tidak hanya mewawancarai tapi juga untuk membunuh Kim Jong-un. 

Sebuah film yang cukup baik dan menghibur. Sayang film ini  dilarang tayang di banyak negara termasuk Indonesia, Karena banyak adengan yang memperolok-olok Kim Jong-un. Film ini merupakan propaganda Amerika yang memang tidak suka dengan pemerintah Korea Utara.


Film ini tersedia dalam Kualitas "BlueRay" dalam format MKV dan dilengkapi subtitle "Indonesia" dengan ukuran 411.017 Kb.

Yang berminat bisa hubungi via SMS ke 0813.1022.7463

Film lain bisa dilihat di disini  

Kamis, 06 Oktober 2016

Out of Afrika (1985)



Out of Africa adalah sebuah film tahun 1985 berdasarkan buku autobiografi dari Isak Dinesen yang diterbitkan pada tahun 1937. Out of Africa disutradarai oleh Sydney Pollack dan dibintangi oleh Meryl Streep, Robert Redford, Klaus Maria Brandauer. Film ini menerima 28 penghargaan film, termasuk tujuh Academy Awards.

Cerita film ini tentang seorang perempuan bernama "Karen Tanne" asal Denmark yang menikah dengan seorang petualang dan juga pengusaha bernama "Barron Blixen". Setelah menikah mereka tinggal di Kenya Afrika membuka pertanian kopi yang dibantu oleh suku Kikuyu. Sebelum itu belum pernah ada orang menanam kopi disana, awalnya mereka pesimis bisa berhasil, namun 5 tahun kemudian mereka melihat hasilnya, kopi didaerah itu tumbuh subur.

Kehidupan Karen tidak mudah, ia sebenarnya memiliki kehidupan kelas menengah yang serba cukup, ia memiliki pembantu-pembantu yang setia disekelilingnya, mulai soal rumah tangga hingga yang mengurus kebun kopinya, suku Kikuyu sangat bisa diandalkan.

Namun Karen tidak bahagia, suaminya Barron Blixen adalah seorang petualang, ia jarang dirumah kadang berbulan-bulan ia pergi tanpa ada kabar, lalu tiba-tiba muncul di rumah dan tidak lama setelah itu ia pergi lagi. ini membuat Karen kesepian, untunglah kesibukannya di perkebunan dapat mengatasi hal itu.

Dalam kesepiannya Ia berkenalan dengan Denys Finch Hatton, seorang pengusaha dan juga petualang yang hidup bebas, namun memiliki kehangatan dan perhatian yang besar padanya. Dengan Dennys ia melewati hari-hari yang indah di pedalaman Afrika nan excotic.

Bagaimana kelanjutan hubungan Karen dengan Dennys, lalu apakah Karen bercerai dengan suaminya Barron.......Film berdurasi 2 1/2 jam sungguh menarik diikuti hingga akhir.




Pemeran
Robert Redford - Denys Finch Hatton
Meryl Streep - Karen Blixen
Klaus Maria Brandauer - Bror Blixen/Hans Blixen
Michael Kitchen - Berkeley Cole
Shane Rimmer - Belknap
Malick Bowens - Farah
Joseph Thiaka - Kamante
Stephen Kinyanjui - Chief Kinanjui
Michael Gough - Lord Delamere
Suzanna Hamilton - Felicity
Rachel Kempson - Lady Belfield
Graham Crowden - Lord Belfield
Benny Young - Minister
Leslie Phillips - Sir Joseph
Annabel Maule - Lady Byrne
Iman - Mariammo

Penghargaan Academy Award :
Menang - Film Terbaik - Sydney Pollack
Menang - Sutradara Terbaik - Sydney Pollack
Menang - Skenario Adaptasi Terbaik
Menang - Best Art Direction
Menang - Best Cinematography
Menang - Original Music Score
Menang - Sound Mixing

Golden Globes Awards
Menang - Best Motion Picture - Drama
Menang - Best Performance by an Actor in a Supporting Role in a Motion Picture
Menang - Best Original Score - Motion Picture


Film ini tersedia dalam Kualitas "BlueRay" dalam format MKV dan dilengkapi subtitle "Indonesia" dengan ukuran 793.945 Kb.

Yang berminat bisa hubungi via SMS ke 0813.1022.7463

Film lain bisa dilihat di disini  

Selasa, 04 Oktober 2016

Dance with Wolves (1990)




Letnan John Dunbar (Costner) adalah seorang tentara Amerika, ia dikirim ke wilayah perbatasan Dakota, yang daerah itu juga dihuni oleh suku Sioux. Ketika sampai ia tidak menemukan tentara seorangpun dan di tempat terpencil itu kondisinya sangat berantakan. 

Mulailah ia membenahi tempat itu, membongkar kolam air yang dipenuhi bangkai hewan, merenovasi gubuk yang hampih rubuh, membangun kandang kuda. sehingga dalam waktu yang tidak lama tempat itu menjadi rapi dan nyaman untuk ditinggali.
Malam hari sebelum tidur ia mencatat semua kejadian yang dialaminya hari itu.

Dalam kesendiriannya ia kerap dikunjugi seekor serigala liar yang tinggal dikawasan itu, mulanya si serigala hanya berani menatap dari jarak jauh, tapi lama kelamaan ia berani datang kedepan pintu tetapi tetap menjaga jarak, dan yang unik kaki srigala itu seperti memiliki kaus kaki.

Pada suatu hari John Dunbar didatangi oleh beberapa pemuda suku Sioux dalam suasana permusuhan, hampir saja John menembak pemuda sioux itu namun diurungkannya. akhirnya mereka pergi begitu saja dan perang tidak terjadi.

Untuk mengamankan daerahnya John sering berpatroli disekitar wilayahnya ditemani tatapan srigala liar itu dari kejauhan.

Diwilayah suku sioux yang berada tidak jauh dari pos penjagaan John, tengah terjadi suasana berkabung, beberapa anggota suku itu mati dibunuh suku Pawnee. Pawnee adalah salah satu suku Indian yang sangat kejam dan selalu membunuh siapapun yang ditemuinya.

Kejadian itu sangat memukul perasaan salah seorang perempuan suku sioux "Stand with first" (McDonnell) karena yang meniggal itu adalah suaminya.

Hari itu John berpatroli mendekati wilayah suku sioux, ia melihat ada seorang perempuan suku sioux tengah menangis dibawah pohon dengan luka ditubuhnya, John menghampirinya dan kedatangannya membuat perempuan tersebut kaget dan pingsan. Lalu John dengan niat baik mencoba mengantarkan perempuan itu ke sukunya. namun kedatangannya tidak diterima, ia diusir.

Tetua suku sioux melihat bahwa John, adalah tentara kulit putih yang baik. Untuk mengetahui siapa Jonh, kenapa ia tinggal diwilayah itu, akhirnya diutuslah beberapa pemuka suku itu menemui John, tetapi karena suku sioux tidak bisa bahasa Inggris akhirnya komunikasi berlangsung lewat bahasa isyarat. dalam suasana saling curiga.

Namun pada kunjungan berikutnya suku sioux mulai bisa menerima John walau ada keterbatasan komunikasi. hubungan mereka semakin baik.

Dalam suku sioux, "Stand with first" ternyata bisa berbahasa Inggris. Perempuan ini ternyata bukan berasal dari suku sioux, ketika kecil keluarganya dibunuh oleh suku Indian Pawnee, dan ia berhasil menyelamatkan dirinya, Ia ditemukan dan diasuh oleh suku sioux hingga dewasa. Stand with first akhirnya dijadikan sebagai penterjemah antara suku sioux dengan John.


Semakin membaiknya hubungan John dengan suku sioux, membawa implikasi hubungan John dengan "Stand with First" juga semakin dekat. Ternyata mereka saling menyukai. dari hari kehari hubungan mereka semakin akrab.

Tibalah hari yang mencekam, suku pawne menyerang suku sioux dalam jumlah besar kepermukiman mereka, untunglah sebelum suku pawnee tiba, salah seorang suku sioux sudah lebih dahulu memberitahukan kepada sukunya untuk mempersipkan diri, dibantu persenjataan yang dipasok oleh John, terjadilah pertempuran yang seru. Suku Pawnee mengalami kekalahan total, banyak dari mereka yang mati menggenaskan termasuk pemimpinnya.

Bagaimana kelanjutan film ini.........silahkan tonton filmnya

Ini film pertama Kevin Costner sebagai sutradara dimana ia juga sebagai pemain utama film ini. Tidak hanya sukses ditangga box office, film ini juga memenangkan 7 Oscar dan Golden Globe. Durasi film ini memang tidak biasa yaitu hampir 4 jam, hm.... tapi dijamin anda tidak akan bosan mengikuti film ini hingga akhir........

Penghargaan :

Academy Award for Best Picture — Jim Wilson dan Kevin Costner
Academy Award for Directing — Kevin Costner
Academy Award for Writing Adapted Screenplay — Michael Blake
Academy Award for Best Cinematography — Dean Semler
Academy Award for Film Editing — Neil Travis
Academy Award for Sound — Russell Williams II, Jeffrey Perkins, Bill W. Benton, dan Gregory H. Watkins
Academy Award for Original Music Score — John Barry
Golden Globe Award for Best Motion Picture - Drama — Jim Wilson dan Kevin Costner



Film ini tersedia dalam Kualitas "BlueRay" dalam format MKV dan dilengkapi subtitle "Indonesia" dengan ukuran 1.589.659 Kb.

Yang berminat bisa hubungi via SMS ke 0813.1022.7463

Film lain bisa dilihat di disini  

Sabtu, 01 Oktober 2016

Vantage Point



Kali ini kita akan membahas tentang film Vantage Point. Film bergenre Action Thriller ini merupakan film garapan sutradara Pete Travis. Film lawas ini dibintangi oleh aktor Dennis Quaid, Forest Whitaker, Edgar Ramirez, Ayelet Zurer, William Hurt. Film ini rilis pada 22 Februari 2008

Film Vantage Point menceritakan tentang kehadiran President Amerika ke Spanyol dalam kunjungan kenegaraan. Ketika itu Presiden akan hadir dan memberikan pidato di taman kota Salamanca, Spanyol. Presiden dikawal sangat ketat oleh Paspampres dari mulai datang sampai pidatonya dimulai. Namun kejadian tak diduga datang! Ketika Presiden tengah berpidato terdengar suara letusan pistol dan Presiden terjatuh.

Tak lama setelah Presiden terjatuh, terdengar lagi suara ledakan di tengah keramaian taman tempat Presiden berpidato. Kejadian penembakan tersebut di ulang-ulang kembali dalam film ini. Sehinngga kita alur cerita menjadi jelas dan munculah si penembak tersebut. Kira-kira siapakah dalang dari penembakan tersebut?? Pesaing Presiden atau para pengawal presiden sendiri ??


Sutradara :

Pete Travis

Pemain :






















Film ini tersedia dalam Kualitas "BlueRay" dalam format MKV dan dilengkapi subtitle "Indonesia" dengan ukuran 660.390 Kb.

Yang berminat bisa hubungi via SMS ke 0813.1022.7463

Film lain bisa dilihat di disini