Kamis, 18 Februari 2016

Mr Bean


 

Rowan Atkinson adalah dalang dari kesuksesan serial Mr. Bean. Selama lebih dari dua dekade, karakter Mr. Bean yang diciptakannya berhasil menjadi ikon bagi serial komedi televisi di seluruh dunia. Ceritanya yang ringan dan menghibur membuat Mr. Bean sangat mudah diterima publik dan tak habis termakan zaman.

Berbagai penghargaan ajang bergengsi perfilman pun telah didapatkan Rowan untuk karakter ciptaannya bersama Richard Curtis itu. Di balik kesuksesan tersebut, Mr. Bean ternyata memiliki fakta-fakta unik yang mungkin tak diketahui penonton setianya. Apa saja faktanya?


Mr. Bean diciptakan dari tangan dingin seorang bergelar Master Elektro. Ya, ide menciptakan karakter Mr. Bean pertama kali tercetus oleh Rowan sejak dirinya masih kuliah di Oxford University. Setelah satu dekade hanya dalam bentuk konsep, akhirnya serial televisi Mr. Bean resmi rilis pada 1 Januari 1990 silam.

Hanya berjumlah 18 episode. Aksi konyol dan lucu Mr. Bean ternyata hanya terekam dalam 18 episode, dua film layar lebar, seri animasi, video game dan buku.

Terinsipirasi dari sayuran. Pada mulanya, Rowan memberi nama pada karakter ciptaannya yaitu Mr. White. Namun karena suatu alasan, pria berkebangsaan Inggris ini mengubahnya menjadi nama-nama sayuran seperti Mr. Cauliflower, dan akhirnya Mr. Bean.

Mr. Bean disiarkan hampir 200 negara di seluruh dunia. Meski hanya ada sedikit dialog, namun Mr. Bean sukses menarik perhatian jutaan penonton di seluruh dunia. Bahkan, film-film pendek Mr. Bean masih sering ditayangkan di beberapa stasiun TV tanah air pada momen-momen libur nasional.

Terinspirasi dari Jacques Tati. Pada sebuah wawancara, Rowan mengakui bahwa komedian asal Perancis tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadapnya ketika menciptakan cerita dari serial dan film Mr. Bean.

Mobil yang digunakan Mr. Bean milik Rowan. Mini Copper berwarna kuning yang selalu digunakan Mr. Bean ternyata adalah kepemilikan asli dari aktor pemeraannya. Rowan mengaku memang gemar mengemudi dan mengoleksi beberapa mobil sport dan balap. Tak ketinggalan, ia pun memiliki Lamborghini.



Penciptanya tak pernah menyangka Mr. Bean akan sukses. Tak pernah terbesit sedikit pun dalam benak Rowan Atkinson jika Mr. Bean ciptaannya akan sukses, bahkan sangat ikonik hingga sekarang. Baginya, Mr. Bean tidak akan pernah terlupakan sepanjang karirnya di industri hiburan.

Bintang : Rowan Atkinson, Robin Driscoll, Matilda Ziegler


Tersedia dalam format MKV dengan ukuran
Film Mr Bean Seri 1 : 365.874 kb
Film Mr Bean Seri 2 :379.602 kb
Yang berminat bisa menghubungi via SMS ke 0812 1924 5861
Harga : Rp. 5000 ,- perjudul (belum termasuk Ongkir)
(Pemesanan Minimal 5 Judul)

Rabu, 17 Februari 2016

Django Unchained





Penggemar film koboi pasti kenal dengan sosok Django yang pernah muncul pada tahun 1966 dalam film berjudul Django yang diperankan oleh Franco Nero, sosok jagoan tembak model koboi wild wild west. Film ini tidak ada sangkut pautnya dengan karakter tersebut dan hanya kebetulan namanya sama. Film ini juga tidak murni bergenre koboi western seperti yang selama ini orang sering tonton melainkan disebut sebagai Spaghetti Western, yang berarti penuh dengan kekerasan dan aksi . Pada tahun sekitar 1960an banyak film-film buatan Italia yang bertema koboi yang penuh dengan aksi dan tampil beda dari buatan Amerika yang lebih kalem dan drama. Untuk itulah jenisnya disebut sebagai Spaghetti Western, dimana kata spaghetti menunjukkan unsur Italinya. Walaupun demikian aktor Franco Nero tampil sebagai cameo dalam film ini dan tentu saja bukan sebagai Django.

Sutradara film ini adalah Quentin Tarantino yang pernah membuat Pulp Fiction pada tahun 1994 dan sempat heboh karena mengandung banyak kata-kata umpatan didalamnya. Tidak hanya itu saja, Quentin Tarantino juga terkenal dengan adegan penuh darah dalam film-filmnya. Jadi jangan heran bila pada menit-menit awal adegan darah berdarah sudah tampil dengan penuh meyakinkan.

Film ini berhasil meraih banyak penghargaan antara lain dari American Film Institute Award, Austin Film Critics Association Award, British Academy of Film and Television Arts (BAFTA Award), Broadcast Film Critics Association Award, Central Ohio Film Critics Association Award, Hollywood Film Festival, National Board of Review Award, San Diego Film Critics Society Award, Golden Globe Award dan Academy Award.

Django Unchained terbagi dalam dua sesi cerita. Cerita pertama berkisah tentang seorang Jerman bernama Dokter gigi King Schultz yang memburu orang-orang buronan dan cerita kedua yaitu upaya Django yang menyelamatkan istrinya. Film dengan durasi yang cukup panjang yaitu 165 menit cukup menampilkan suasana perbudakan yang identik dengan kulit hitam atau negro.

Kisah ini terjadi pada tahun 1858 pada masa perbudakan di Amerika yang pada saat itu dikenal dengan istilah daerah utara dan selatan. Dokter gigi King Schultz (Christoph Waltz) mempunyai pekerjaan sebagai pemburu buronan berhadiah. Dia mencari penjahat-penjahat dengan status wanted alias dicari baik hidup atau mati dengan imbalan hadiah uang. Saat ini dia sedang mencari Brittle bersaudara tetapi tidak tahu wajah dan rupa mereka. Django (Jamie Foxx) adalah orang yang dapat mengenali mereka karena sebelumnya pernah menjadi budaknya. Schultz ingin membeli Django yang saat ini dalam perjalanan dengan kaki dirantai namun tidak diijinkan oleh pemiliknya sehingga Schultz terpaksa menembaknya. Django bebas.

Schultz berjanji bila berhasil menemukan Brittle bersaudara maka Django akan dibebaskan sebagai budak dan menjadi orang bebas seperti orang kulit putih. Dia diperlakukan dengan baik layaknya bukan budak misalnya berpakaian bagus, bertopi dan naik kuda serta masuk bar yang mana semuanya itu adalah larangan bagi seorang budak. Dalam perjalanannya mereka berhasil membunuh Sheriff, Big Daddy (Don Johnson), Brittle bersaudara dan orang-orang buronan lainnya.

Kemudian Django memutuskan untuk mencari dan menyelamatkan istrinya yang bernama Broomhilda von Schaft (Kerry Washington) yang terpisah akibat dilelang dan dijual secara terpisah. Schultz tertarik dengan kegigihan dan antusiasme Django dalam hubungan cinta kasih mereka dan bersedia membantu untuk menemukannya. Pencarian mereka di tempat pelelangan berhasil menemukan data bahwa Broomhilda dibeli oleh Calvin Candie (Leonardo DiCaprio) yang merupakan orang kaya di Mississippi Amerika Selatan dan pemilik Candie Land, suatu perkebunan yang luas sekali. Dia juga mempunyai bisnis Mandingo yaitu pertarungan antar budak sampai salah satu diantaranya tewas.

Tidak mudah untuk merebut Broomhilda karena beberapa faktor. Pertama, dia adalah seorang budak. Kedua, dia bertugas di dalam rumah dan bukan diperkebunan. Ketiga, banyak penjaga yang merupakan anak buah Calvin yang menjaga rumah tersebut. Keempat, Calvin tidak sedang menjualnya dan kalaupun mau pasti dengan harga yang tinggi. Untuk itu Schultz memutar otak, untuk membeli perkebunan candie Land sangat tidak mungkin karena harganya sangat tinggi dan uang tidak ada. Sehingga direncanakan untuk membeli salah satu budak Mandingo milik Calvin sekaligus membeli Broomhilda dengan harga murah sebagai bonusnya.

Schultz mendatangi Calvin dan menyampaikan keinginannya serta memperkenalkan Django sebagai ahli penaksir harga budak Mandingo. Pada awalnya Calvin tidak tertarik namun Schultz memberikan tawaran harga yang cukup tinggi dengan harga 12.000 dolar untuk seorang budak Mandingo. Mereka lalu pergi menuju rumah besar di Candie Land yang dihuni oleh adiknya yang janda Lara dan tangan kanannya yang berkulit hitam Stephen (Samuel L Jackson).

Saat itu diketahui bahwa Broomhilda sedang dihukum dan disekap dalam ruang bawah tanah karena berusaha melarikan diri kemaren. Schultz meminta disediakan wanita untuk menemaninya dimalam hari dan memilih Broomhilda karena bisa bahasa Jerman. Akhirnya Django dan Broomhilda berhasil bertemu dikamar Schultz.

Pada saat jamuan makan malam, Broomhilda ikut juga melayani para tamu. Sayangnya kecerobohan sedikit saja bisa menghancurkan segalanya. Gerak-gerik Broomhilda dan tatapan mata Django membuat Stephen curiga bahwa keduanya sudah saling mengenal. Stephen yang sudah berumur dan juga berkulit hitam jeli dalam membaca situasi yang terjadi dan bisa menebak tujuan sebenarnya dari Schultz dan Django. Dia mengadukan hal ini kepada Calvin tepat pada saat terjadinya deal pembelian seorang budak seharga 12.000 dolar dan hendak membeli sekaligus Broomhilda. Calvin marah besar karena merasa dipermainkan. Dia hanya menyetujui harga 12.000 dolar itu hanya untuk Broomhilda seorang karena sebagai aset yang sebenarnya tidak dijual. Uang sudah diserahkan oleh Schultz dan surat-surat sudah ditandatangani oleh Calvin.

Calvin merasa puas dan menang. Namun Schultz menyindirnya dengan mengatakan bahwa nama-nama budak yang dinamai oleh Calvin misalnya D’artagnan dan lain-lain yang diambil dari buku Three Musketeers adalah salah. Karena pengarang buku tersebut yaitu Alexander Dumas adalah seorang negro kulit hitam. Calvin menjadi murka dan mengatakan bahwa sesuai tradisi daerah selatan kesepakatan akan sah bila keduanya sudah berjabat tangan dan bila tidak maka Broomhilda tidak boleh pergi, Schultz menolaknya dan bahkan menembaknya. Terjadilah tembak-menembak antara kedua belah pihak dan Schultz ikut tertembak sedangkan Broomhilda tertangkap. Hal ini membuat Django menyerah karena ada ancaman Broomhilda hendak dibunuh.

Stephen mengirim dan menjual Django ke perusahaan tambang untuk dipekerjakan sebagai budak yang pekerjaannya berat sehingga akan membuatnya menderita dan kesakitan. Ditengah perjalanan, Django berhasil memperdaya para penjaga dan membunuhnya. Quentin Tarantino tampil sebagai cameo dengan memerankan salah satu penjaga ini. Django kembali menuju perkebunan Candie Land untuk balas dendam dan membebaskan istrinya.

Christoph Waltz dapat memainkan peran Schultz dengan meyakinkan termasuk dalam berdialog bahasa Jerman. Sosoknya pas sekali sebagai orang yang kalem tetapi juga bisa bertindak brutal. Jamie Foxx dapat berakting dengan baik dan sekaligus berani tampil telanjang. Leonardo DiCaprio dapat memerankan sosoknya dengan bagus. Ekspresi wajah di saat gembira tampak meyakinkan demikian juga disaat marah tampak emosional. Samuel L Jackson juga tampil bagus walaupun dengan menggunakan riasan wajah buatan.

Quentin Tarantino menghadirkan suasana koboi yang beda pada umumnya. Banyak adegan tembak menembak dengan hamburan peluru-peluru kesana kemari dihadirkan dalam film ini. Lumuran darah dan muncratan darah melengkapi kedahsyatan film ini sekaligus menjadi ciri khas sang sutradara. Lagu-lagu country sebagai ciri khas koboi cukup enak didengar namun jangan heran bila ada juga lagu rap dalam film ini. Unsur komedi juga ada sebagai pelengkap agar tidak bosan ketika menonton dalam durasi yang panjang. Film ini layak ditonton untuk orang dewasa.

Tersedia dalam format MKV dengan ukuran : 995.435 Kb
Yang berminat bisa menghubungi via SMS ke 0812 1924 5861
Harga : Rp. 5000 ,- perjudul (belum termasuk Ongkir)
(Pemesanan Minimal 5 Judul)

2 Guns (2013)



Director: Baltasar Kormákur
Writers: Blake Masters, Steven Grant
Stars: Denzel Washington, Mark Wahlberg, Paula Patton


Sinopsis Mengenai Film 2 Guns 2013

Film yang bercerita tentang dua dari agen operative berbeda yang terpaksa bersama-sama menghadapi masalah besar dengan aliansi mereka yang unik (agen federal yang menyamar).

Selama 12 bulan terakhir, Agen DEA Bobby Trench (Washington) dan perwira intelijen angkatan laut AS Marcus Stigman (Wahlberg) telah pensiun. Bekerja menyamar sebagai anggota sindikat narkotika.

Ketika upaya mereka untuk menyusup kartel narkoba Meksiko, Trench dan Stigman tiba-tiba disavowed oleh atasan mereka. Sekarang semua orang ingin mereka di penjara, satu-satunya orang yang dapat mereka andalkan adalah mereka berdua

Jadwal tayang :
* Tayang Indonesia: Agustus 2013
* Rilis Bioskop: 2 Agustus 2013 (USA)
* Genre: Action Crime Thriller
* Director: Baltasar Kormaur
* Writer: Blake Masters
* Companies: Universal Pictures
* Rating: R
* From: universalpictures.com
* Official Web: 2Guns.net
* Cast:
- Mark Wahlberg -as- Stig
- Denzel Washington -as- Bobby
- James Marsden -as- Quince
- Paula Patton -as- Deb
- Bill Paxton -as- Earl
- Edward James Olmos -as- Papi Greco


Tersedia dalam format MKV dengan ukuran : 662.952 Kb
Yang berminat bisa menghubungi via SMS ke 0812 1924 5861
Harga : Rp. 5000 ,- perjudul (belum termasuk Ongkir)
(Pemesanan Minimal 5 Judul)

Red (2013)



Director: Dean Parisot
Writers: Jon Hoeber, Erich Hoeber
Stars: Bruce Willis, Helen Mirren, John Malkovich


Sinopsis Mengenai Film Red 2 (2013)

Film Red 2 ini adalah sekual yang menceritakan aksi dan komedi yang tentunya telah hadir dalam sekual pertamanya di Red. Dalam "RED 2" aksi-komedi sekuel kembali. Seorang pensiun agen CIA "black-ops" Frank Moses bersama reuni tim, membentuk koperasi elit untuk pencarian global melacak perangkat nuklir portabel yang hilang.

Mereka harus berhadapan dan bertahan hidup dari pasukan pembunuh tanpa henti, teroris kejam dan kekuasaan-gila pejabat pemerintah.

Misi Frank dan Tim sampai ke Paris, London dan Moskow. Mereka hanya memiliki kecerdasan, kecerdikan dan keterampilan, mereka satu sama lain saling bergantung ketika mereka mencoba untuk menyelamatkan dunia-dan tetap hidup dalam proses.


Jadwal tayang :
* Tayang di Indonesia: September 2013
* Rilis Bioskop: 2 Agustus 2013 (Nationwide)
* Genre: Comedy Action Sequel
* Screenwriter: Jon Hoeber, Erich Hoeber
* Director: Dean Parisot
* Companies: Summit Entertainment
* Officialfrom: summit-ent.com
* Official Web: RED-themovie.com
* Starring:
- Bruce Willis as Frank Moses
- Morgan Freeman as Joe Matheson
- John Malkovich as Marvin Boggs
- Helen Mirren as Victoria
- Catherine Zeta-Jones
- Mary-Louise Parker
- Anthony Hopkins
- Byung Hun Lee
- Brian Cox
- Neal McDonough


Tersedia dalam format MKV dengan ukuran : 713.918 Kb
Yang berminat bisa menghubungi via SMS ke 0812 1924 5861
Harga : Rp. 5000 ,- perjudul (belum termasuk Ongkir)
(Pemesanan Minimal 5 Judul)

Selasa, 16 Februari 2016

Macbeth (2015)





Film Drama Hollywood "Macbeth" yang merupakan film dengan genre Drama dan disutradarai oleh Justin Kurzel. Film ini diproduseri oleh Iain Caning dan Emile Sheerman serta naskahnya dibuat oleh Todd Louiso dan Jacob Koskoff. Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris berbakat seperti Marion Cotilard, Michael Fassbender, dan Elizabeth Debicky. Film ini akan rilis pada tanggal 4 Desember 2015. Cerita Film ini diambil dari Novel karya sastrawan terkenal duna bernama William Shakespeare.


Detail Cast and Crew Film Macbeth (2015)

Genre : Drama, War
Produser : Emile Sherman, Laura Hastings Smith, Iain Canning
Sutradara : Justin Kurzel
Penulis : Michael Lesslie, Todd Louiso, Jacob Koskoff

Pemain Film :

Marion Cotillard sebagai (Lady Macbeth)
Michael Fassbender sebagai (Macbeth)
Elizabeth Debicky sebagai (Lady Macduff)
Sean Harris sebagai (Macduff)
David Thewlis sebagai (Duncan)
Jack Reynor sebagai (Malcolm)
Paddy Considine sebagai (Banquo)
Ross Anderson sebagai (Rosse)
Rebecca Benson sebagai (Maidservant)
ynn Kennedy sebagai (Witch)
David Hayman sebagai (Leynox)
Seylan Baxter sebagai (Witch)
Maurice Roeves sebagai (Menteith)


Tangal Rilis : 4 Desember 2015
Rumah Produksi : See Saw Films, DMC Film
Negara : Amerika Serikat
MPAA : Remaja (R 13+)
Durasi : 113 Menit



Sinopsis Film Macbeth (2015)

Film perang "Macbeth" bercerita tentang ambisi dari seorang jenderal perang dengan istrinya yang ingin menjadi Raja dan Ratu di Dataran Skotlandia. Ambisi itu datang ketika seorang peramal meramalkan nasibnya kedepan bahwa ia akan menjadi Raja secepatnya, karena itu Macbeth berencana jahat untuk membunuh raja yang sekarang yaitu Raja Duncan dan merebut tahtanya. Akan tetapi perasan ketakutan terhadap kejadian yang telah ia lakukan dan kesombongannya menjadi Boomerang bagi dirinya sendiri.


Tersedia dalam format MKV dengan ukuran : 208.143 Kb
Yang berminat bisa menghubungi via SMS ke 0812 1924 5861
Harga : Rp. 5000 ,- perjudul (belum termasuk Ongkir)
(Pemesanan Minimal 5 Judul)

Big Eyes (2014)






 Review:

Dengan absennya dua sosok favoritnya, Helena Bonham Carter dan Johnny Depp, kemudian duet utama pilihannya yang tampak sangat menjanjikan, Amy Adams dan Christoph Waltz, Big Eyes tampak menjanjikan berkat potensinya untuk menjadi sebuah terobosan baru dari seorang Tim Burton yang beberapa karya terakhirnya (selain Frankenweenie) sudah mulai mudah terbaca serta minim kejutan. Apakah itu terjadi?

Akibat pernikahannya yang kandas wanita bernama Margaret (Amy Adams) memilih melarikan diri ke California bersama anak perempuannya Jane (Delaney Raye) untuk memulai kehidupan yang baru. Jalan yang ditempuh Margaret untuk dapat bertahan hidup adalah dengan menjadi pelukis, namun uniknya lukisan yang ia ciptakan memiliki sebuah ciri yang khas, seorang gadis dengan mata yang besar.

Atensi masyarakat yang semakin besar pada karya Margaret coba dibantu untuk tumbuh semakin besar oleh Walter Keane (Christoph Waltz), seorang pengusaha real estate yang kemudian menjadi suami Margaret. Namun ternyata dibalik hubungan mereka ada sesuatu yang tersembunyi.





Film Big Eyes (2014) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 45 Menit - 44 Detik
Ukuran: 248 mb



Tersedia dalam format MKV dengan ukuran : 688.208 Kb

Yang berminat bisa menghubungi via SMS ke 0812 1924 5861

Harga : Rp. 5000 ,- perjudul

Exodus: Gods and Kings (2014)




"Once brothers, now enemies."

Masih ingat film Gladiator yang dirilis pada beberapa tahun lalu, kali ini sutradara dari film Gladiator Ridley Scott kini kembali menggarap film yang memiliki nuansa epik yang hampir serupa. Film ini berjudul Exodus : Gods and Kings, film ini cukup menarik untuk disimak karena kisahnya yang cukup menarik dan diambil dari kisah Nabi Musa. Intifilm akan menjelaskan Sinopsis Exodus : Gods and Kings serinci mungkin.

Sinopsis Exodus. Tampaknya sang sutradara memberikan sedikit nuansa yang lebih sedikit cenderung mendekati kenyataan meskipun kisah film ini terinspirasi dari riwayat dan epos nabi Musa yang sarat dan penuh dengan Mukjizat keajiban. Karena mengambil latar dan kisah nabi Musa, tentunya film ini cenderung berbau budaya timur tengah. Namun, nuansa terbalik justru ditonjolkan sang sutradara. Penampilan bangsa Mesir dalam film Exodus : Gods and Kings yang bermukim di Benua Afrika dalam film ini dibuat bergaya Eropa.

Sinopsis Exodus : Gods and Kings. Berdasarkan Kitab Perjanjian Lama, film garapan 20th Century Fox ini juga turut melibatkan Bill Collage dan Adam Cooper sebagai penulis cerita serta Steven Zaillian yang menjadi penggarap naskah filmnya.

Tren film yang diangkat dari kisah perjalanan para Nabi memang tak ada habisnya. Meski film jenis ini secara kuantitas tidak jamak, tetapi tetap saja menarik perhatian. Salah satu yang membuat film yang mengangkat tokoh religi menarik adalah interpretasi sutradara yang menggarapnya. Tak jarang hal itu juga menuai kontroversi.

Nabi Musa yang dalam kitab suci dikenal dengan mukjizatnya membelah laut dalam memimpin bangsa Israel lepas dari cengkeraman Mesir itu kini hadir dengan interpretasi-interpretasi yang menarik.

Kisah film ini intinya bercerita tentang kisah Nabi Musa, namun dibuat dengan nuansa modern dan penerapan visual efek yang sangat modern. Bermula dari kisah dua orang yang bersahabat sejak kecil, yaitu Musa (Christian Bale) dan Ramses (Joel Edgerton) yang keduanya harus berlawanan karena mengalami perbedaan pandangan ideologi.

Seiring berjalannya waktu, Musa dan Ramses tumbuh menjadi pemimpin yang disegani dan dihormati oleh umatnya. Namun, keduanya menempuh jalan yang berbeda. Pada mulanya Musa membujuk Ramses yang menjabat sebagai Raja Mesir untuk mengakhiri perbudakan yang telah lama mendarah daging dalam budaya Mesir. Bujukan Musa tersebut ditolak mentah-mentah oleh Ramses.

Karena sebagai raja Mesir, Ramses kini justru memburu Musa yang menurut Ramses justru membahayakan kekuasaannya sebagai pemimpin. Bukan hal sulit bagi Ramses untuk memerintahkan pasukannya agar menangkap Musa, namun perjuangan Ramses dalam menangkap Musa slalu mengalami kegagalan.

Adegan "eksodus" dalam film ini tidak digambarkan gamblang dengan visual laut terbelah dua dengan tembok air raksasa di kanan-kiri. Terbelahnya Laut Merah dalam film ini digambarkan dengan surutnya air laut dikarenakan akan terjadi Tsunami.

Melalui Exodus: Gods and Kings, Ridley Scott mampu menghidupkan sejarah kepemimpinan Nabi Musa (Christian Bale) saat bangkit melawan Firaun Ramses Mesir (Joel Edgerton).

Kisah dalam film pun turut menggambarkan bagaimana Nabi Musa mengatur 600 ribu budak dalam perjalanan monumentalnya untuk melarikan diri dari Mesir sekaligus menghindari wabah yang mematikan.

Tersedia dalam format MKV dengan ukuran : 860.200 Kb

Yang berminat bisa menghubungi via SMS ke 0812 1924 5861

Harga : Rp. 5000 ,- perjudul

The Family (Malavita) (2013)




Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Hal tersebut tentu saja menarik, namun jika di lihat dari konteks positif. Lantas bagaimana jika sebuah keluarga terdiri dari Ayah yang pernah berurusan dengan mafia, punya istri sesama pembunuh berdarah dingin, yang kemudian turun ke generasi berikutnya pada anak mereka yang tidak pernah merasa takut untuk bermain dengan masalah. The Family (Malavita), predictable, sempit, ringan, unfocus, yang dapat dirangkum dalam sebuah kata, F.

Giovanni Manzoni (Robert De Niro), terpaksa merubah namanya menjadi Fred Blake, setelah bersama dengan istrinya Maggie Blake (Michelle Pfeiffer), dan kedua anak mereka Belle (Dianna Agron) dan Warren (John D'Leo) kembali harus pindah menuju sebuah kota kecil didekat Normandy, Perancis. Hal tersebut mereka lakukan sebagai upaya untuk menyamarkan identitas, jalan satu-satunya untuk menghindar dari ancama Don Luchese (Stan Carp), seorang bos mafia yang kini sedang berada di penjara dan hendak membalaskan dendamnya kepada Gio.

Bahaya tersebut menjadikan keluarga Blake mendapatkan perlindungan dari Cicco (Jimmy Palumbo) dan Caputo (Domenick Lombardozzi), dua agent FBI yang diutus oleh Robert Stansfield (Tommy Lee Jones). Keluarga Blake diminta untuk membaur dengan masyarakat sekitar, namun tidak boleh menarik perhatian yang berlebihan. Sayangnya dua aturan seperti itu yang justru menjadi sebuah kesulitan bagi seorang psycho untuk dapat menjalankannya secara beriringan. Keluarga Blake mulai membuat masalah, yang celakanya mereka atasi dengan “cara” mereka.

Sulit untuk mengatakan bahwa film yang punya dua versi nama rilis ini adalah sebuah sajian yang tidak mampu menghibur. Dia tidak hanya punya satu melainkan empat tokoh psycho, dikurung dalam sebuah kota kecil bersama aturan ketat yang membatasi ruang gerak serta perilaku psikotik mereka, sembari terus waspada dengan kemungkinan terburuk yang datang dari luar namun juga mungkin berasal dari dalam, sebuah kombinasi pondasi cerita yang cukup familiar. Yap, jika berbicara masalah orisinilitas film ini memang sangat miskin, sebut saja warna Goodfellas yang begitu kental, kemudian nafas The Sopranos yang begitu besar dan terasa sangat dominan. Akan tetapi, diluar hal tadi Malavita berhasil memberikan sebuah kejutan.

Ini memang predictable, bagaimanapun rapatnya misteri yang coba ia bangun anda pasti sudah dapat menerka bagaimana ia akan berakhir. Tapi yang menjadi masalah adalah Luc Besson tahu bagaimana membangun materi sempit dan cenderung sedikit dangkal yang ia bentuk bersama Tonino Benacquista dan Michael Caleo itu kedalam sebuah pertunjukan berdurasi hampir dua jam yang jauh dari standard melelahkan. Benar, tidak melelahkan, ini ringan, ini cukup menyenangkan, menyaksikan empat kisah yang dikembangkan secara terbatas (sama terbatasnya dengan pengembangan karakter), masing-masing punya masalah yang harus mereka atasi, Malavita seperti empat serigala berbulu domba yang mengancam ketenangan sebuah hutan, bergerak liar dan terbatas, karena dibalik itu ia juga menjadi target dari seekor Singa.

Apa yang menarik dari The Family (Malavita)? Yang patut menjadi sorotan utama adalah keberhasilan Luc Besson menciptakan dinamika cerita yang tidak pernah membosankan. Dari beberapa shoot cantik, score yang efektif, mencampur banyak sindiran gelap bersama komedi yang tidak kalah gelapnya, disertai dominasi one-liners yang menarik, The Family (Malavita) selalu mampu berada di jalur positif. Benar, belum lagi jika ikut menghitung besarnya potensi momen LOL dalam film ini, dan anehnya beberapa dari mereka akan menjadikan anda sebagai penonton perlahan mulai terjebak dalam hipnotis Giovanni dengan style yang ia punya tentang bagaimana mudahnya mengungkapkan semua hal hanya dengan menggunakan satu kata, F-word. Benar, ketika irama cerita yang didominasi pergerakan yang lambat itu tiba-tiba berubah dari kondisi mellow menjadi situasi gila secara refleks kata itu ikut pula hadir.

Kelemahan film ini adalah betapa seringnya ia bergerak mondar-mandir akibat dari upaya untuk menjaga agar tiap konflik kecil yang dibawa empat karakter keluarga Blake tidak mati begitu saja. Memang berhasil, kisah Belle dengan guru matematika itu cukup menarik, sistem pergaulan Warren yang dikemas singkat dan cepat juga menarik, serta Maggie dengan konflik batin yang ia bawa juga tidak pudar begitu saja. Namun sayangnya itu ikut berdampak pada kinerja dari elemen terror yang ia suntikkan, seperti tersisih oleh unsur humor, kuantitasnya sudah tepat, namun kualitasnya kurang mumpuni. Ini memang menjadikan permainan empat tokoh dalam sebuah area menjadi menarik, namun tidak mencerminkan tema utama yang ia usung dan menjadikan ancaman dari seorang bos mafia itu tidak terasa seperti materi utama cerita.

Hal tadi juga ikut menodai tujuan utama film ini pada tema keluarga yang ia usung. Ketimbang The Family, mungkin Malavita yang punya arti Badfellas itu lebih cocok untuk film ini. Diawal anda diperlihatkan kondisi buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya, yang kemudian dipecah menjadi empat sub-unit cerita yang berdiri masing-masing. Sayang memang, karena tidak semua komedi yang ia berikan bekerja dengan baik, sehingga ketika beralih kedalam warna drama dan crime kita tidak menemukan daya tarik yang sama besarnya, tampak seperti beban yang justru kebingungan pada cara ia harus berkembang, kerap kali tampak melayang tanpa mampu menunjukkan potensi yang lebih menarik ketimbang menunggu. Diawal ia impresif, begitupula di bagian akhir, namun pertengahan cerita lebih sering kehilangan control akibat berputar pada banyak scene pendek dari empat tokoh.

Dari divisi akting kerja tim Robert De Niro dan Tommy Lee Jones justru yang sering mencuri perhatian. De Niro masih mampu menunjukkan sisi gelap seorang mafia dengan tingkah dingin yang ia punya, dan juga sanggup menjadikan dongeng yang ia bangun tetap menarik. Yang mengejutkan adalah bagaimana Dianna Agron dan John D'Leo kerap kali mencuri momen lewat permasalahan yang mereka miliki. Performa terbaik menjadi milik Michelle Pfeiffer, mampu memperlihatkan bagaimana tokoh yang ia punya menjadi titik central yang menjaga keutuhan keluarga, kuat dan berani.

Overall, The Family (Malavita) adalah film yang cukup memuaskan. Malavita tentu saja bukan sebuah kemasan yang dibentuk untuk menjadi hiburan yang megah, dan mungkin akan mengecewakan bagi mereka yang mencari hal tersebut dari film ini. Dibalik wajah mafia serius dan kelas berat yang ia ciptakan sejak awal, Malavita justru menyajikan sebuah petualangan sempit yang ringan, tetap mampu menghibur dan menjaga ritme cerita meskipun ia terlalu sering bermain-main dengan konflik pendukung ketimbang fokus pada konflik utama. Cukup menyenangkan.


Tersedia dalam format MKV dengan ukuran : 688.208 Kb

Yang berminat bisa menghubungi via SMS ke 0812 1924 5861

Harga : Rp. 5000 ,- perjudul